;

Penyaluran Subsidi Tertutup Berisiko Tak tepat Sasaran

Penyaluran Subsidi Tertutup Berisiko Tak tepat Sasaran

Pemerintah memutuskan akan mengubah penyaluran subsidi elpiji dengan skema tertutup. Kebijakan ini dinilai lebih tepat sasarn lantaran langsung diberikan kepada pihak yang berhak. Namun skema ini tak berarti tanpa celah.

Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Agus Suyatno, menyatakan secara teori penyaluran subsidi dengan skema tertutup lebih baik dibanding pemberian subsidi kepada komoditas. Namun pemerintah perlu memastikan mekanismenya dengan tepat. Agus menuturkan, bukan tak mungkin dana tersebut digunakan untuk membeli barang lain. Salah satu yang dia khawatirkan adalah penerima menggunakannya untuk membeli rokok. Berdasarkan survei Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2018 lalu, rokok merupakan komoditas kedua oenyumbang terbesar terhadap kemiskinan setelah besar. Masalah data juga menjadi perhatian Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal. Selaon akurat, data masyarakat miskin akan sangat dinamis lantaran dapat berubah bergantung pada banyak faktor. Pemerintah harus dapat memastikan subsidi diberikan kepada warga yang berhak. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, menyatakan perubahan skema ini bisa menghemat anggaran subsidi hingga 15 persen jika diterapkan pada pertengahan tahun nanti. Kepala Unit Komunikasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Ruddy Gobel, menyatakan pihaknya telah melakukan uji coba penyaluran subsidi dengan skema tertutup. Mengacu pada data terpadu penanganan fakir miskin milik pemerintah , terdapat 31,4 juta keluarga yang berhak menerima bantuan.

Tags :
#subsidi
Download Aplikasi Labirin :