Lebih Aman dan Cuan dengan Big Caps
Sejumlah sentimen eksternal cukup mendominasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham berkapitalisasi pasar besar atau
big caps
bisa menjadi pilihan investasi di sisa tahun ini. Equity Research Analyst
Phintraco Sekuritas, Rio Febrian mengatakan, salah satu sentimen yang masih menjadi perhatian pasar adalah kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.
Jika pada FOMC 1920 September 2023 nanti The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps, maka tingkat
fed rate
akan sama besar dengan BI 7-day reverse repo rate
di 5,75%.
Di tengah tekanan yang ada, saham-saham
big cap
yang tahan banting bisa menjadi pilihan. Apalagi sejak berlakunya ketetapan
auto rejection
simetris, risiko investor semakin tinggi.
Setali tiga uang,
Head of Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menjelaskan, saham
big caps
bisa dilirik, tapi akan lebih baik investor menunggu harga sahamnya terkoreksi dahulu.
Yang perlu dicermati juga, beberapa saham
big caps
sudah memiliki valuasi mahal. Contohnya, saham-saham perbankan besar, seperti PT BBCA, BBRI, BMRI dan BBCA. Kendati begitu, bukan berarti saham-saham ini tak layak beli.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto mengatakan, valuasi saham perbankan sudah di atas rata-rata valuasi lima tahun.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023