GANGGUAN GINJAL AKUT Santunan Tak Kunjung Diberikan
Keluarga anak-anak korban obat sirop beracun penyebab gangguan ginjal akut progresif atipikal atau GGAPA putus asa mendengar wacana pemberian santunan oleh pemerintah yang tak kunjung direalisasikan. Pemerintah selalu beralasan pemberian santunan terhambat birokrasi anggaran. Padahal, tragedi yang menewaskan ratusan anak ini sudah menggantung selama satu tahun. Kuasa hukum yang mewakili 41 korban GGAPA, Siti Habiba, mengatakan, para korban sudah terlalu sering mendengar kabar akan diberikan santunan, tetapi hal itu tak kunjung datang. Hal itu terutama pada keluarga anak-anak yang selamat dari tragedi itu tetapi mengalami efek jangka panjang, mulai dari kesulitan bicara, membutuhkan bantuan selang nasogastrik saat makan, hingga mengalami kelumpuhan. ”Kasus sudah berjalan satu tahun lebih, dari Juli tahun lalu sampai hari ini kita berada di September. Sangat lucu kalau hari ini pemerintah masih terus-terusan menggulirkan wacana santunan itu,” kata Habiba di Pengadilan Negeri Jakpus, Selasa (12/9).
Selain itu, Habiba juga menyoroti istilah yang dipakai pemerintah sejak awal adalah santunan, bukan kompensasi atas dugaan kelalaian pemerintah mengawasi peredaran obat di masyarakat. Kata santunan, menurut Habiba, bisa berarti bantuan semata, bukan tanggung jawab atas tragedi yang menewaskan 204 korban dan 122 korban masih mengalami efek jangka panjang. Dia juga khawatir, penggunaan kata santunan dapat berdampak pada gugatan bersama atau class action yang sedang berjalan di PN Jakarta Pusat. Sebab, dalam gugatan ini, keluarga korban yang meninggal menuntut kompensasi Rp 3 miliar per orang dan keluarga dari korban yang masih dalam pengobatan menuntut kompensasi Rp 2 miliar per orang. ”Jadi, ada atau tidak adanya santunan yang diberikan pemerintah, itu seharusnya tidak akan menegasikan kasus perdatanya yang kami tempuh. Pemberian santunan dari pemerintah harus dilihat sebagai bentuk empati bukan tanggung jawab,” ucapnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023