PELEMAHAN RUPIAH : SIASAT EMITEN LAWAN KOREKSI
Pelemahan rupiah dalam 3 bulan terakhir menjadi sentimen yang mengintai kinerja emiten di berbagai sektor. Emiten sektor farmasi diproyeksi bakal terbebani, sedangkan emiten berorientasi ekspor berpotensi mendapat angin segar. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 2 poin atau 0,01% menuju level Rp15.330 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan ini. Alhasil, nilai tukar Garuda melemah 3,04% dalam 3 bulan tetapi masih terapresiasi 1,58% sepanjang tahun berjalan 2023. Hingga Senin (11/9), indeks dolar AS juga melemah 0,31% ke 143,65. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya itu melandai jelang pengumuman data inflasi AS dan harga produsen pada pekan ini. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa emiten berorientasi ekspor akan mendulang keuntungan dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah, ujarnya, dapat berimbas pada kenaikan biaya bahan baku produk yang digunakan oleh emiten farmasi. Hal ini bahkan dinilai Nafan dapat memengaruhi capaian laba bersih emiten farmasi pada semester I/2023. Senada, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS akan menguntungkan emiten-emiten yang mengekspor hasil produksi. Emiten itu tentu sudah mengantisipasi pelemahan rupiah yang terjadi. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menjelaskan emiten-emiten yang sensitif tentunya sudah mengantisipasi fluktuasi rupiah di kisaran Rp15.000. Dengan demikian, lanjutnya, kondisi saat ini belum berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan mereka. Sementara itu, kebijakan Bank Indonesia menerbitkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang disebut akan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, belum mampu mengerek rupiah kembali ke posisi Rp14.000. “Bisa menguat ke Rp14.800 saja sudah bagus,” katanya. Terpisah, Head of Investor and Public Relation PT RMK Energy Tbk. (RMKE) Julius Caesar Samorsir menyatakan fluktuasi mata uang, baik rupiah maupun mata uang asing, tidak akan berdampak signifikan terhadap perseroan.
Tags :
#RupiahPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023