Pendirian Lumbung Sosial Diprioritaskan di Daerah 3T
Kemensos berencana membangun sedikitnya 60 lumbung sosial pada 2023 di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). Penambahan lumbung sosial diharapkan mempermudah masyarakat untuk mengakses bantuan saat masa tanggap darurat bencana, utamanya saat fenomena El Nino. Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Adrianus Alla mengatakan, saat ini ada 532 lumbung sosial yang tersebar di 28 provinsi dan 159 kabupaten/kota. Lumbung sosial ini berisi stok bantuan jika terjadi bencana, seperti tenda, makanan siap saji, makanan bayi, dan genset. Ada juga lumbung sosial yang menyimpan alat pemurnian air, termasuk pompa air dan tandon.
”Kami prioritaskan pulau-pulau terluar, seperti Pulau Enggano (Bengkulu). Lalu, pulau-pulau Kalimantan Utara (seperti) Sebatik dan Nunukan, termasuk juga di Sumatera Barat, yaitu Pulau Mentawai, dan Pulau Nias,” kata Adrianus, di Jakarta, Kamis (7/9). Pendirian lumbung sosial juga akan menyasar Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya di Maluku. Adrianus menambahkan, daerah 3T diupayakan memiliki minimal 2-3 lumbung social agar bantuan bisa langsung disebar kepada masyarakat saat bencana. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023