UMKM Berdaya lewat Seni Kerajinan Khas Papua
Langit cerah menyelimuti Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (26/8). Tampak Maryana Rumbiak (28) menyiapkan berbagai produk kerajinan tangan di galeri miliknya, Wadomu Art. Pukul 10.00 WIT, ia mulai berjualan 20 jenis produk. Ada gantungan kunci, lukisan kulit kayu, tas noken, gelang, kalung, hiasan mahkota, tas dengan motif khas Papua, dan baju adat. Harganya Rp 10.000 hingga Rp 3 juta. 30 menit kemudian, salah satu pengunjung membeli produk hiasan kepala dengan bulu berwarna kuning seharga Rp 150.000. Dalam sehari rata-rata ada lima pengunjung di Galeri Wadomu Art. Mayoritas produk di Wadomu Art merupakan buatan sendiri kecuali tas noken. Biasanya terdapat sejumlah perajin noken langganan memasok galeri itu.
Ia juga membuka jasa penyewaan baju adat yang dilengkapi aksesori, dengan batas waktu pengembalian tak boleh lebih dari sepekan. Untuk baju adat anak-anak, tarifnya Rp 300.000, sedangkan dewasa Rp 500.000. Maryana membuka Wadomu Art sejak 2021. Ia mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) Bank BRI dan modal dari orangtua yang juga pelaku usaha kerajinan tangan. Total modal awal Rp 25 juta. Kini ia telah berdaya secara ekonomi lewat penjualan produk kerajinan khas Papua dengan omzet penjualan produknya berkisar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per bulan. Pada momen tertentu, seperti ulang tahun Jayapura dan kemerdekaan RI, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 6 juta. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023