;

RASIO NPL BANK : ARAH TERKENDALI KREDIT BERMASALAH

Ekonomi Hairul Rizal 08 Sep 2023 Bisnis Indonesia
RASIO NPL BANK : ARAH TERKENDALI KREDIT BERMASALAH

Bisnis perbankan di Indonesia masih mampu mengelola rasio kredit bermasalah dengan cukup baik. Nilai nonperforming loan atau NPL bisnis bank menyusut meski terjadi kenaikan jumlah kredit yang disalurkan. Hampir sebagian besar lapangan usaha dengan porsi kredit besar, mampu mencatatkan penurunan NPL.Dari sisi nilai, NPL perbankan sampai dengan Juni 2023 sebesar Rp162,2 triliun atau lebih rendah dibandingkan dengan posisi Juni 2022 sebesar Rp176,64 triliun.Jika diukur secara persentase, rasio NPL pada Juni 2023 tercatat 2,44%; lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,9%.Sementara, secara bulanan NPL terlihat stagnan. Terbukti, pada 2,57% pada Januari, lalu bergerak 2,58% pada Februari, dilanjutkan menjadi 2,49% pada Maret, kemudian 2,53% pada April, hingga besaran NPL menjadi 2,52% pada Mei 2023. Direktur Risk Management PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. David Pirzada mengatakan bahwa perbaikan NPL ini sesuai dengan usaha perseroan dalam memperbaiki kualitas kredit. Dia optimistis sampai dengan akhir 2023, level NPL perseroan terjaga di posisi 2,2%—2,3%, lebih baik dibandingkan dengan Desember 2022 yang ada di level 2,8%. Emiten bank pelat merah dengan kode BBNI itu mencatat rasio kredit bermasalah yang turun 71 basis poin (bps) pada semester I/2023. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga mencatatkan rasio kredit bermasalah sebesar 1,9% pada semester I/2023 atau turun dari 2,2% pada tahun sebelumnya.Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan penurunan NPL BCA utamanya didorong oleh pemulihan arus kas debitur seiring dengan perbaikan aktivitas perekonomian, serta BCA yang terus menerapkan disiplin manajemen risiko dalam penyaluran kredit. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. konsisten menjaga kualitas aset. Hal ini tecermin dari posisi NPL bank only yang melandai ke level 1,53% per Juni 2023. Posisi tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan periode Juni 2022 di level 2,47%.Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi turut mengatakan dalam menjaga kualitas aset, Bank Mandiri terus membentuk pencadangan yang memadai. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan penurunan NPL secara year-to-date dibanding periode yang sama tahun sebelumnya merupakan kondisi lazim.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :