Likuiditas Bank Kian Ketat
Likuiditas perbankan mulai ketat. Kondisi ini tercermin dari rasio
loan to deposit ratio
(LDR) perbankan yang melejit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, LDR perbankan pada Juli 2023 berada di level 82,90%.
Padahal, pada Juni 2023, LDR perbankan masih 82,76%. Bahkan, posisi LDR di akhir 2022 hanya 81,43%. Artinya, baik secara tahunan maupun sejak awal tahun, LDR terus melonjak.
Senior Faculty
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin melihat, meningkatnya LDR bank lebih banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK yang melambat.
Menurut Amin, ada sejumlah faktor yang membuat DPK bank melambat. Salah satunya, semakin banyak instrumen investasi, seperti saham dan kripto. Seiring itu, banyak orang mulai mengalihkan dananya ke instrumen investasi lain yang memberi imbal hasil lebih menarik dari bank.
Toh, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengklaim, saat ini likuiditas perbankan masih memadai. Ini terlihat dari rasio alat likuid terhadap
non core deposit
dan alat likuid terhadap DPK per Juli 2023 yang masing-masing 118,37% dan 26,57%. "Ini masih jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing yang sebesar 50% dan 10%," ujar Mahendra.
Pernyataan Mahdendra diamini para bankir. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sunarso mengakui, saat ini tren likuiditas perbankan memang tampak semakin ketat.
Direktur Distribution & Funding
Bank BTN Jasmin mengakui, saat ini tingkat likuiditas bank tergolong ketat. Kondisi ini masih akan terjadi hingga akhir tahun. "LDR BTN saat ini sekitar 94%-95%," katanya.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023