;

Sektor Manufaktur Belum Maksimal Sokong Ekonomi

Ekonomi Hairul Rizal 02 Sep 2023 Kontan
Sektor Manufaktur Belum Maksimal Sokong Ekonomi

Sektor manufaktur Indonesia mulai ekspansif. Namun pemerintah belum boleh berpuas diri, hal ini lantaran kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) kian melorot.S&P Global mencatat, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Agustus 2023 di level 53,9. Angka ini naik 0,6 poin dibandingkan bulan sebelumnya di level 53,3.Laju PMI Manufaktur Agustus 2023 merupakan yang paling cepat dalam kurun waktu hampir setahun. Pendorongnya adalah pertumbuhan permintaan baru yang lebih cepat dan peningkatan kapasitas.Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan mengatakan, permintaan meningkat, termasuk dari luar negeri. Bahkan permintaan global menjadi kekuatan utama yang mendorong percepatan ekspansi produksi. "Bisnis baru dari luar negeri mengalami peningkatan dalam 15 bulan terakhir," tulis dia dalam keterangan resminya, Jumat (1/9).Selain itu, optimisme produsen meningkat disertai pertumbuhan aktivitas perekrutan staf dan pembelian. Dengan jumlah tenaga kerja yang lebih tinggi, manufaktur Indonesia mampu merampungkan pekerjaan yang belum selesai. Alhasil, tumpukan pekerjaan dalam dua bulan berturut-turut menurun.Menurut S&P Global, manufaktur Indonesia memperlihatkan optimisme terkait produksi 12 bulan ke depan. Hal ini mendorong perusahaan mencapai kondisi paling optimistis dalam 10 bulan dengan keyakinan pebisnis mendekati rerata jangka panjang."Pemerintah mendukung dengan berbagai insentif fiskal dan non fiskal untuk memperkuat daya saing produk manufaktur nasional", kata Febrio Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).Namun Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono khawatir PMI Manufaktur akan kembali menurun di akhir tahun atau tak setinggi tahun lalu.

Download Aplikasi Labirin :