Hampir Rp 2.000 Triliun Kredit Nganggur Di Bank
JAKARTA,ID-Dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun ini, fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed/UL) debitur di bank hampir tembus Rp2.000 triliun, tepatnya Rp1.996,5 triliun. Angka ini tumbuh tinggi 17,6% dibandingkan posisi Mei 2022 yang sebesar Rp1.697,8 triliun. Hingga Mei 2023, statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan dari sisi permodalan, kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3 menjadi bank dengan jumlah kredit menganggur terbesar, yakni senilai Rp753,2 triliun, tumbuh 8,1% (yoy) per Mei 2023. bahkan, nilai tersebut lebih tinggi dari kredit menganggur di KBMI 4 atau bank kelas kakap yang senilai Rp744,94 triliun, naik 16,3% (yoy). Dari data OJK, kredit yang digulirkan industri perbankan per Mei 2023 sebesar Rp 6.557,08 triliun, tumbuh 9,39% dibandingkan Rp6.012,36 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Dengan kredit yang tumbuh tinggi, menunjukkan dunia usaha yang mulai ekspansi, selain itu sektor riil juga kembali meminta fasilitas kreditnya di bank meskipun belum ditarik. Meski demikian, UL merupakan fasilitas yang akan ditarik debitur ketika sudah ada permintaan di sektor riil. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023