RANTAI PASOK KENDARAAN LISTRIK : OPSI CIAMIK MANUFAKTUR ASEAN
Siapa sangka negara-negara di kawasan Asean merupakan salah satu produsen utama mineral kritis yang sangat dibutuhkan baik untuk transisi energi maupun pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Tak ayal, wilayah ini digadang-gadang menjadi sentra manufaktur untuk kebutuhan rantai pasok kendaraan berbasis setrum.
Setidaknya keyakinan itulah yang terlintas dalam benak Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli. Ia menilai peluang negara-negara kawasan Asia Tenggara atau Asean untuk menjadi pusat rantai pasok bahan baku kendaraan listrik terbilang besar. Pasalnya, dia mengungkapkan bahwa Asean memiliki potensi cadangan mineral kritis bahan baku kendaraan listrik yang masif. Apalagi, imbuhnya, iklim investasi di Asean belakangan makin menarik bagi investor global.“Iklim investasi di negara-negara Asean sangat mendukung untuk investasi. Sekarang banyak pabrik kendaraan bermotor pindah ke negara di Asean seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (28/8). Bahkan, imbuhnya, kompetisi antara negara-negara di kawasan ini juga akan makin ketat untuk memperebutkan investasi baru pada penghiliran mineral logam kendaraan listrik di masa mendatang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai bahwa dengan banyaknya kerja sama antara negara-negara di kawasan Asean maka akan terbuka peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha sektor energi untuk ambil bagian dalam proyek energi di wilayah ini.
Dia mengungkapkan bahwa negara-negara Asean a.l Indonesia, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Vietnam memiliki sumber daya mineral dengan jumlah yang sangat besar seperti nikel, timah, bauksit, dan elemen tanah jarang, yang bisa digunakan untuk mendukung transisi energi.
Sementara itu, Koordinator Khusus Partnership for Global Infrastructure & Investment (PGI) Amerika Serikat Helaina Matza memandang bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di kancah global.
Tags :
#Industri ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023