Risiko Inflasi Belum Berakhir
Risiko inflasi global dan domestik masih belum berakhir. Kondisi cuaca beserta rentetan dampaknya menjadi pemicu utama. Pemerintah harus benar-benar serius menjaga stabilitas stok dan harga pangan hingga awal tahun depan. Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) menegaskan, risiko inflasi belum berakhir. El Nino yang parah disertai dengan kekeringan, gelombang panas, banjir, dan kebakaran hutan dapat memengaruhi harga pangan dan energy secara signifikan melalui dua cara. Pertama, kondisi itu dapat merugikan hasil panen dan meningkatkan permintaan energi karena produksi listrik pembangkit listrik tenaga air lebih rendah. Ini akan mengakibatkan harga komoditas pangan dan bahan bakar global menjadi lebih tinggi.
Kedua, kondisi itu juga berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur. Jika hal itu terjadi, rantai distribusi akan terganggu serta harga bahan bangunan dan barang-barang lain yang terdampak menjadi lebih mahal. ”Meski tingkat inflasi tahun ini diperkirakan lebih rendah daritahun lalu,tekanan inflasi masih ada. Pengendalian inflasi masih benar-benar diperlukan,” kata peneliti senior Unit Pendukung Kebijakan APEC, Rhea Crisologo Hernando, dalam laporan bertajuk ”Fragile Recovery and Intertwined Challenges” (APEC Bulletin, 28 Agustus 2023). Di Indonesia, El Nino diperkirakan terjadi hingga Oktober 2023. Dampaknya sudah terlihat, baik itu terhadap penurunan debit air sumber irigasi, sawah kekurangan air, maupun kenaikan harga gabah dan beras. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023