;

GURITA, ANTARA EKONOMI DAN EKOLOGI

Ekonomi Yoga 29 Aug 2023 Kompas
GURITA, ANTARA EKONOMI DAN EKOLOGI

Pertengahan Agustus lalu, Yayasan Konservasi Laut Indonesia menggelar pertemuan bersama akademisi, nelayan, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Makassar, hingga eksportir gurita di Makassar, Sulsel, untuk mengevaluasi sekaligus mencari masukan terkait program buka tutup kawasan penangkapan gurita tersebut. Sudah tiga tahun program ini dilaksanakan nelayan di Pulau Langkai dan Lanjukkang dengan menetapkan area terlarang untuk penangkapan gurita. Luasnya beragam, umumnya ratusan hektar, setidaknya tiga bulan di satu lokasi. Setelah dibuka, penutupan berpindah ke area lain. Kawasan terlarang ditetapkan dengan kesepakatan nelayan setempat. Pengawasan, mereka juga yang melakukan. Aturannya, selama penangkapan gurita dilarang di suatu kawasan, hanya pemancing ikan tenggiri atau yang menggunakan alat tangkap ramah lainnya yang boleh beroperasi. Pelanggaran dikenai sanksi hasil tangkapan disita lalu dijual, hasilnya disumbangkan untuk kepentingan masyarakat umum atau rumah ibadah.

”Selama ini banyak nelayan mengandalkan gurita sebagai komoditas utama. Selain itu, komoditas ini diekspor ke sejumlah negara. Penangkapan gurita menggunakan alat tangkap yang cukup ramah,” tutur Koordinator Program Proteksi Gama (Program Penguatan Ekonomi dan Konservasi Gurita Berbasis Masyarakat) Alief Fachrul Raazy. Erwin RH (47), nelayan asal Pulau Langkai, yang menjadi local champion dan punya andil besar hingga program ini disepakati. “Jujur, sebelum ini saya juga pengguna obat bius atau bom. Segala yang bisa dijual saya ambil. Tetapi, setelah mendapat edukasi, saya paham kalau selama ini kami salah,” paparnya. Erwin-lah yang meyakinkan nelayan hingga semua sepakat melakukan praktik buka tutup kawasan. Nyatanya, ini bukan hanya membuat nelayan mendapatkan gurita grade A dan B, tetapi tujuan untuk menjaga terumbu karang perlahan membuahkan hasil. Ikan-ikan karang yang dulu sulit didapatkan sekarang mulai banyak lagi,” ujar Direktur Eksekutif YKLI Nirwan Dessibali. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :