Mengembalikan Langit Biru Jakarta
Kualitas udara Jakarta semakin buruk. Pada Rabu, 23 Agustus lalu, situs IQAir mencatat indeks kualitas udara Jakarta anjlok ke angka 157. Warga Jakarta terpaksa menghirup udara tidak sehat. Pemerintah pun mengeluarkan imbauan untuk kembali wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Hal itu dimaksudkan untuk mengurasi risiko gangguan kesehatan serius terhadap pernapasan, jantung, dan ancaman kanker. Di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, misalnya, jumlah pasien dengan gejala batuk dan sesak napas meningkat sekitar 50 persen dari biasanya. Dari biasanya sekitar 30 pasien, kini yang memeriksakan kesehatannya di Poli Batuk dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 60 orang.
Berbagai Langkah dilakukan untuk mengembalikan udara Jakarta menjadi lebih layak. Kebijakan bekerja dari rumah (WFH) kembali diberlakukan untuk 50 persen aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama dua bulan sejak Senin lalu. Selain itu, berbagai instansi pemerintahan turut berupaya mengurangi polusi udara Ibu Kota. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar uji emisi kendaraan bermotor. Adapun untuk mengurangi debu dan menjaga kelembapan udara, tim gabungan Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya melakukan penyiraman sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan M.H. Thamrin, serta Jalan Jenderal Sudirman. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023