Jepang Buang Limbah Fukushima, China Stop Impor Hasil Laut
Jepang mulai melepaskan air radioaktif olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke Samudra Pasifik. Pembuangan tahap pertama sebanyak 7.800 meter kubik, setara air yang memenuhi tiga kolam renang ukuran olimpiade. Hasil tes operator PLTN Fukushima, Tokyo Electric Power Company (Tepco), menunjukkan hasil tes air olahan itu mengandung 63 becquerel (satuan radioaktivitas) tritium per liter, jauh di bawah batas air minum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 10.000 becquerel per liter. Tepco pada Kamis (24/8) mengumumkan pelepasan air olahan itu dimulai pukul 13.03 waktu setempat dan tidak ditemukan adanya kelainan.
Negara-negara tetangga Jepang, seperti Korsel, Korut, dan China, memprotes dan mendesak Jepang menghentikannya. China, Hong Kong, dan Makau bahkan melarang impor hasil laut dari Jepang karena sangat khawatir dengan risiko kontaminasi radioaktif. China berpandangan, Jepang belum membuktikan air olahan yang dibuang itu benar-benar aman. China, Hong Kong, dan Makau melarang impor hasil laut Jepang dari 10 wilayah di Jepang. ”Tindakan Jepang membuang air yang terkontaminasi itu tidak bertanggung jawab, ilegal, dan tak bermoral. Tak ada yang bisa membuktikan limbah dan bahan-bahan nuklir itu aman,” kata Jacay Shum (73), aktivis Hong Kong, yang menentang pembuangan air olahan itu. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023