;

RAPBN Terakhir Jokowi

RAPBN Terakhir Jokowi

RAPBN 2024 menjadi RAPBN terakhir pemerintahan Jokowi, yang pelaksanaannya juga bertepatan dengan tahun politik. Pelaksanaan RAPBN 2024 juga dibayang-bayangi  ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan ekonomi negara mitra dagang penting, seperti AS dan China. Dalam situasi tersebut, penetapan target pertumbuhan ekonomi dan beberapa target lain, seperti penurunan kemiskinan ekstrem, tengkes, dan rasio gini; yang oleh beberapa pihak dinilai terlalu ambisius dan mungkin akan sulit dicapai. Sebagai RAPBN tahun terakhir, kita memahami ada tuntutan untuk mengukuhkan dan meninggalkan legacy positif. Termasuk penyelesaian atau jaminan keberlanjutan berbagai proyek mercusuar yang menjadi pertaruhan Presiden, seperti infrastruktur, hilirisasi, mobil listrik, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Target ambisius juga diperlukan untuk mengejar beberapa target makroekonomi yang belum dicapai. Jika belum tercapai, penting bagi pemerintah memastikan pijakan kuat capaian yang ada sekarang akan dilanjutkan. Termasuk mengamankan visi Indonesia Emas 2045 untuk mengantar Indonesia menuju negara maju, yang selama ini menjadi concern Presiden. Itu mengapa dalam berbagai kesempatan, ditekankan pentingnya isu keberlanjutan, terutama dengan banyak fondasi yang sudah dibangun saat ini dan juga momentum bonus demografi yang hanya terjadi sekali. Dalam istilah Presiden, RAPBN 2024 didesain untuk menjawab tantangan saat ini sekaligus di masa yang akan datang. Untuk itu, ditekankan RAPBN 2024 harus mampu mempercepat transformasi ekonomi, menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, melindungi daya beli masyarakat, dan menjaga postur APBN tetap sehat dan berkelanjutan pada jangka menengah-panjang. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :