;

Kreativitas dan Kesukarelaan yang Menyelamatkan

Kreativitas dan Kesukarelaan yang Menyelamatkan

Asep Hidayat Mustofa (36) tak pernah menyangka bakal membawa trofi Kalpataru pulang ke rumahnya di Kampung Waluran 2, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Dia menerima Kalpataru Perintis Lingkungan pada 5 Juni 2023, lewat kiprahnya bersama Desa Wisata Hanjeli yang dirintis sejak 2017. Lewat tanaman hanjeli (Coix lacryma–jobi L), dia mengajak warga di Kampung Waluran untuk berdaya. Secara sukarela, Asep mendampingi warga menanam dan mengolah hanjeli sebagai sumber makanan bergizi. Warga yang sebagian besar perempuan juga dilatih menata rumahnya menjadi penginapan untuk wisatawan. Ada juga yang belajar beragam kerajinan, mulai dari gelang hingga tasbih. Hasilnya, sajian wisata menambah kesejahteraan bagi sedikitnya 40 warga. ”Dari wisata, warga bisa mendapat hasil tambahan Rp 1 juta. Bisa lebih kalau ada warga yang rumahnya dijadikan tempat menginap,” ujar Asep, Selasa (15/8).

Lebih dari sekadar rupiah, kiprah hanjeli ternyata ikut menyelamatkan nyawa. Selain menguatkan struktur tanah rawan longsor, Desa Wisata Hanjeli juga memberikan harapan baru. Sebelumnya, akibat minim pilihan, banyak warga bekerja sebagai pekerja migran hingga petambang emas ilegal. Kini, mereka tidak perlu lagi bertaruh nyawa. ”Meski tidak ingin mengulanginya, banyak pelajaran yang didapatkan (dari menjadi pekerja migran). Salah satunya kemampuan berbahasa asing. Lama di luar negeri, sebagian warga fasih bahasa Inggris, Arab, hingga Kanton,” kata Asep, pekerja migran di Arab Saudi periode 2007-2010. Salah satu warga yang jago bahasa asing adalah Cum Ahmawati, yang 16 tahun wira-wiri ke Arab Saudi, Hong Kong, Oman, Malaysia, dan Bahrain. Sempat menjadi pemecah batu hasil tambang emas, ia bergabung dengan Desa Hanjeli pada 2017. Kemampuannya berbahasa Arab, Inggris, dan Kanton memikat Asep. Ahmawati kini menjadi koordinator pemandu wisata di Desa Wisata Hanjeli. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :