Tarif Listrik Subsidi Tetap, Nonsubsidi Bakal Naik
Para pelanggan listrik belum bisa berlega hati. Memang tarif listrik bersubsidi bakal ditahan pada tahun depan. Hanya saja, pemerintah mengirim sinyal untuk mengerek tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi.
Dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi listrik sebesar Rp 75,8 triliun. Angka ini naik 7% dibandingkan outlook subsidi listrik di tahun 2023 yang sebesar Rp 70,8 triliun.
Masih berdasarkan dokumen itu, kenaikan anggaran subsidi listrik terutama dipengaruhi oleh peningkatan volume listrik bersubsidi dan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik.
Adapun kenaikan BPP disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kenaikan fuel mix bahan bakar minyak (BBM). Kedua, kenaikan pemakaian bahan bakar biomassa untuk cofiring pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers pada Rabu (16/8) lalu menjelaskan, alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun 2024 mencapai Rp 329,9 triliun. Anggaran tersebut mencakup solar dan elpiji tabung 3 kilogram (kg), selain listrik.
Sayangnya, Executive Vice President Corporate Communication PLN Gregorius Adi tak menjawab pesan KONTAN saat dikonfirmasi mengenai hal ini.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai wajar naiknya anggaran subsidi listrik tahun depan sejalan dengan kenaikan konsumsinya.
Analis Energi Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) Putra Adhiguna mengatakan, kenaikan fuel mix BBM menunjukkan PLN belum berhasil mengendalikan penggunaan BBM. Dalam dua tahun terakhir penggunaan BBM masih dalam kisaran 3 juta kiloliter (kl).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023