;

Target Konservatif di Tahun Pemilu

Ekonomi Hairul Rizal 18 Aug 2023 Kontan (H)
Target Konservatif di Tahun Pemilu

Di akhir masa pemerintahannya pada tahun 2024, Presiden Joko Widodo memasang target pertumbuhan ekonomi konservatif, belum beranjak dari level 5%. Proyeksi ini sekaligus mengonfirmasi Jokowi gagal memenuhi janji kampanye untuk menembus pertumbuhan ekonomi 7%. Berdasarkan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,2%. Angka itu hanya sedikit di atas outlook tahun 2023 yang sebesar 5,1%. Dengan tantangan global mengadang, "Stabilitas ekonomi makro akan terus dijaga," tandas Jokowi saat pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2024 di Gedung DPR, Rabu (16/8). Meski begitu, Jokowi punya target ambisius. Presiden ingin angka kemiskinan tahun depan ditekan ke kisaran 6,5%-7,5% dan kemiskinan ekstrem ke level 0%-1%. Bukan hanya itu, pengendalian inflasi akan menjadi fokus Jokowi dengan target 2,8%. Penurunan prevalensi stunting dan peningkatan investasi juga bakal digenjot. Dari sederet daftar belanja, ada alokasi perlindungan sosial (perlinsos) yang mencapai Rp 493,5 triliun pada tahun depan. Angka itu naik 12% dibandingkan outlook 2023. Bahkan, "Nilainya hampir setara pada saat pandemi yang sangat dahsyat sebesar Rp 498 triliun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Di bidang kesehatan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 186,4 triliun, tumbuh 8,1% dari outlook 2023. Sementara untuk mengerek investasi, pemerintah menyiapkan anggaran infrastruktur Rp 422,7 triliun, tumbuh 5,8% dari outlook tahun ini. Ihwal target ekonomi Indonesia yang tumbuh di level 5%, Menkeu beralasan ini lantaran ketidakpastian global. Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita berpendapat, target tingkat kemiskinan masih terlalu ambisius. Dia merujuk data penduduk miskin per Maret tahun 2023 sebesar 9,36%, hanya turun 0,21% dibandingkan September 2022, hanya turun 0,18% dari periode sama tahun 2022. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, target pertumbuhan ekonomi 2024 justru lebih rendah dari potensinya. Ia optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 5,5% hingga 5,7%. Dengan catatan, harus diimbangi upaya ekstra pemerintah. Terutama, mendorong belanja negara yang cepat dan diarahkan ke belanja produktif. Apalagi tahun depan merupakan akhir masa pemerintahan Jokowi.

Tags :
#Makro #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :