Kemerosotan Dagang Mengancam Prospek Pemulihan Tiongkok
BEIJING-ID-Laju perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), baik impor dan ekspor, pada Juli 2023 merosot sangat tajam lebih dari perkiraan sebelumnya. Eskpor merosot karena perlambatan ekonomi global, sedangkan impor anjlok karena lesunya permintaan di dalam negeri. Situasi ini mengancam prospek pemulihan ekonomi Tiongkok pasca-pandemi dan makin menekan pemerintah untuk mau menggelontorkan stimulus baru supaya pertumbuhan ekonomi stabil. Angka-angka dalam data perdagangan yang suram itu makin memperkuat ekspektasi bahwa aktivasi ekonomi dapat melambat lebih lanjut di kuartal ketiga. Di mana aktivitas konstruksi, manufaktur dan jasa, investasi asing langsung, dan keuntungan industri melemah. Data Bea Cukai yang dirilis pada Selasa (08/08/2023) menunjukkan impor turun 12,4% pada juli year on year (yoy), atau melesat dari perkiraan penurunan 5% dalam jajak pendapat Reuters dan dari penurunan 6,8% pada Juni. Sementara itu, ekspor mengalami kontraksi 14,5%, lebih curam dari pada proyeksi penurunan 12,4% di bulan sebelumnya. (Yetede)
Tags :
#TiongkokPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023