KEGIATAN PERTAMBANGAN : Persoalan Alat Berat Ganggu Produksi Batu Bara
Persoalan yang menyelimuti sektor alat berat ikut membebani operasional pertambangan nasional yang sedang mengejar target produksi. Pengusaha batu bara pun meminta pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi perkara tersebut. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) membeberkan, persoalan kelangkaan ban alat berat mulai menekan kegiatan di lapangan. Dampak yang paling buruk adalah kegiatan produksi komoditas tersebut bisa berhenti karena alat berat yang ada tidak bisa digunakan. Hendra mengatakan, pihaknya telah menyampaikan persoalan ketersediaan ban alat berat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan meminta pemerintah untuk segera turun tangan mengatasinya. Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk mempercepat pengadaan ban alat berat. Di sisi lain, produksi alat berat konstruksi dan pertambangan sepanjang paruh pertama terkoreksi menjadi 4.014 unit dari sebelumnya 4.042 pada periode sama tahun lalu. Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) Jamaluddin mengatakan, penurunan produksi alat berat konstruksi dan pertambangan disebabkan oleh permintaan yang merosot sepanjang paruh pertama 2023.
Tags :
#PertambanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023