;

Misi Menahan Wisatawan Tingga Lebih Lama

Ekonomi Yoga 28 Jul 2023 Kompas
Misi Menahan Wisatawan Tingga Lebih Lama

Aktivitas wisata bergeliat hebat belakangan ini di Kota Surakarta, Jateng. Ada tren penambahan kunjungan pelancong seiring meningkatnya jumlah atraksi wisata, baik berupa destinasi maupun pergelaran acara. Keseriusan pemda menggarap sektor itu tampak nyata. Hanya saja butuh waktu untuk menahan wisatawan tinggal lebih lama. Citra Meitika (23), wisatawan asal Wonogiri, semringah memandangi anak balitanya yang sedang memberi makan kura-kura, di Solo Safari, Surakarta, Sabtu (22/7). Solo Safari merupakan salah satu destinasi anyar unggulan milik Kota Bengawan. Kebetulan itu juga kali pertama berpelesir dengan keluarga kecilnya di destinasi tersebut. ”Jelas kagum. Sekarang bagus sekali, padahal dulu seperti tidak terawat. Sekarang jadi lebih bersih dan banyak kegiatannya seperti ini,” kata Citra. Perasaan Citra lebih gembira lagi karena kemunculan Solo Safari diiringi destinasi-destinasi baru lainnya. Itu menambah pilihannya untuk berekreasi. Apalagi, sehari-hari ia bekerja di Jakarta. Bahkan, ia rela menginap dua atau tiga hari untuk menjelajah segenap destinasi baru yang ada.  

Respons wisatawan semacam Citra itu yang diinginkan Pemkot Surakarta, dilihat dari kegetolan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka membangun infrastruktur pariwisata di kota ini. Sejak awal tahun, ada empat destinasi baru yang diresmikan, yakni Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, Pracima Tuin Pura Mangkunegaran, Solo Safari, dan Lokananta Bloc. Tren kunjungan wisatawan pun menanjak. Berdasar data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, hingga Mei 2023, jumlah wisatawan yang berkunjung 1,916 juta orang, dan bisa melampaui angka kunjungan wisatawan pada 2022, yakni 2,53 juta orang. Sunardi dari Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta mengatakan,  ”Sekarang, di akhir pekan, okupansi hotel 75 % - 80 %. Hotel-hotel yang penuh merata dari bintang 1 sampai bintang 5.”  Meski okupansi  meningkat, tantangan yang dihadapinya masih sama. Lama masa tinggal wisatawan belum ada peningkatan signifikan, berkutat pada angka 1,6 hari atau 1,7 hari. Sunardi mengungkapkan, persoalan lama masa tinggal dapat diatasi lewat penambahan acara malam hari. Namun, hendaknya acara itu diadakan rutin, tidak sekali diadakan dan tidak ada kepastian pergelaran selanjutnya. Bisa juga ada penambahan destinasi wisata khusus malam hari. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :