PENGEMBANGAN INDUSTRI KEUANGAN DIGITAL : KRIPTO MASUKI MASA TRANSISI
Langkah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan yang mendirikan bursa kripto dengan membentuk lembaga kliring dan pengelola penyimpanan aset kripto, memberi arah baru terhadap masa depan kripto sebagai aset investasi. Selama 2 tahun terakhir, Indra menjajal menyisihkan uangnya untuk berinvestasi di aset kripto. Pria berusia 42 tahun yang bekerja di salah satu perusahaan pengembang properti ternama di Indonesia itu, tergiur setelah atasannya berhasil mengantongi untung hingga miliaran rupiah dari transaksi kripto. Awalnya, Indra hanya melihat cara bosnya melakukan transaksi. Istilah menambang aset kripto, sering didengarnya. Sampai akhirnya, sang bos bisa mendapat gain miliaran setelah adanya kenaikan aset kripto. Akhir pekan lalu, Indra membagikan sebuah artikel terkait dengan pembentukan bursa kripto oleh Bappebti. Diskusi di grup media sosial pun ramai menanggapi artikel itu. Ada yang menilai positif, adanya bursa kripto dapat memberi kepastian terhadap masa depan investasi kripto. Sebagian lagi, berpandangan hadirnya bursa itu memantik minat masyarakat untuk berinvestasi di aset kripto. Berdasarkan data lembaga itu, jumlah masyarakat yang menjadikan aset kripto sebagai instrumen penempatan dana, makin meningkat. Hingga Juni 2023, terdapat 17,54 juta pelanggan, naik hingga 57% dibandingkan dengan pelanggan pada 2021 sebanyak 11,2 juta. Nilai transaksi aset kripto juga terbilang besar. Pada Januari—Juni 2023, nilai transaksi aset kripto Rp66,44 triliun.
Pada 2021, transaksi kripto di Indonesia menyentuh Rp859,4 triliun. Lalu pada 2022 susut menjadi Rp296,66 triliun sejalan dengan rontoknya sejumlah aset kripto di pasar-pasar global. Dalam pernyataan resmi peluncuran bursa kripto, Kepala Bappebti Kementerian Perdagangan Didid Noordiatmoko mengatakan bahwa regulasi yang diterbitkan terkait dengan pembentukan bursa kripto, telah melalui proses panjang. Dalam pengembangan dan penguatan bursa, kliring, dan pengelola penyimpanan aset kripto ke depannya, Bappebti tidak bekerja sendiri. Bappebti butuh kolaborasi dari kementerian/lembaga terkait, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan serta pemangku kepentingan masyarakat lainnya. Kendati demikian, menurut Direktur Utama Tennet Depository Eric Septian Wicaksono, pasar kripto masih memiliki daya tarik besar. Meski terjadi volatilitas harga dan risiko terkait dengan investasi kripto, banyak orang tertarik pada potensi keuntungan dengan nilai besar dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam teknologi maupun inovasi baru. Dia berpendapat, Bappebti selaku lembaga yang bertanggung jawab terhadap ekosistem kripto telah menjalankan tugas dan fungsi secara baik. Saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Komisioner OJK pada pertengahan Juli lalu, Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo menyatakan industri kripto merupakan salah satu inovasi dalam teknologi keuangan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023