Bank Tak Agresif Menaikkan Bunga
Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI-7 day reverse repo rate (BI 7-day-RR) di level 5,75% per Juli. BI juga masih mempertahankan bunga deposit facility di 5% dan bunga lending facility di 6,50%. Sejak BI mulai menaikkan bunga acuan, besar kenaikannya sudah mencapai 225 basis poin (bps).
Kendati begitu, bank tidak melakukan banyak penyesuaian terhadap suku bunga kredit masing-masing. Penyesuaian justru dilakukan pada suku bunga simpanan.
Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja bilang, selama BI agresif menaikkan suku bunga sejak Agustus 2022, bank ini tak menaikkan bunga kredit sama sekali. Bahkan, ia bilang BCA telah menurunkan bunga KPR tenor tertentu.
Direktur Distribution & Funding Bank Tabungan Negara (BTN) Jasmin juga menyebut, saat ini tidak mudah bagi BTN untuk menyesuaikan suku bunga kredit. Sebab KPR di BTN mayoritas merupakan KPR subsidi yang memiliki bunga tetap 5% selama 20 tahun.
Sementara suku bunga simpanan naik cukup tinggi, kendati tidak setinggi kenaikan BI 7-day-RR. Kenaikan tertinggi terjadi di simpanan berjangka 12 bulan, yang naik 171 bps jadi 5,02%. Suku bunga simpanan berjangka 12 bulan dan 24 bulan juga lebih tinggi dibanding suku bunga deposit facility.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023