ASII Mengantongi Laba Bersih Rp 17,4 Triliun
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang semester I-2023 lalu. Meski begitu, laba bersih ASII justru terkoreksi.
Merujuk laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, ASII mencetak pendapatan bersih senilai Rp 162,39 triliun. Kinerja ini naik 13,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 143,69 triliun.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ASII mencapai Rp 17,44 triliun. Raihan tersebut turun 3,98% yoy dari Rp 18,17 triliun pada semester I-2022. Angka tersebut telah memperhitungkan penyesuaian nilai wajar investasi ASII di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang cuma sebesar Rp 130 miliar. Padahal pada semester I-2022, nilai wajar atas investasi di kedua entitas itu mencapai Rp 3,7 triliun.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, kinerja ASII masih positif pada semester pertama tahun 2023, didukung oleh kinerja yang lebih baik dari hampir seluruh divisi bisnis.
Rinciannya, dari segmen otomotif tumbuh 18,23% menjadi Rp 65,72 triliun. Hal ini ditopang penjualan mobil secara nasional yang meningkat 7% menjadi menjadi 506.000 unit pada semester pertama tahun 2023. Penjualan mobil Astra juga naik 7% menjadi 278.000 unit, dengan pangsa pasar sedikit meningkat menjadi 55%.
Sementara itu, segmen jasa keuangan naik 9,87% secara tahunan menjadi Rp 14,25 triliun. Sedangkan segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi yang berada di bawah PT United Tractors Tbk (UNTR) tercatat naik 13,96% yoy menjadi Rp 68,67 triliun.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, laba bersih dari bisnis inti ASII masih tetap bertumbuh. Dia meyakini kalau akan ada peluang apresiasi saham GOTO dan HEAL sehingga bisa mengerek laba bersih ASII pada semester kedua ini.
Sementara itu, sektor otomotif dan alat berat masih akan tetap menjadi penopang utama bisnis Grup Astra hingga akhir tahun ini. Secara teknikal saham ASII mengalami
fail uptrend
dan berada dalam fase koreksi wajar untuk menguji level
support
Rp 6.225 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023