16.000 Produk Impor Dibekukan di E-Katalog
Pemerintah terus mendorong belanja produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui katalog elektronik alias e-katalog.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Yulianto Prihhandoyo menyampaikan, salah satu upaya untuk mendorong belanja produk dalam negeri adalah dengan membekukan produk-produk impor dalam e-katalog.
Produk impor yang LKPP bekukan sebagian besar merupakan alat kesehatan. Pembekuan produk impor karena telah ada substitusi atau produk pengganti buatan produsen dalam negeri.
"Sampai hari ini, kami sudah membekukan lebih dari 16.000 produk impor, yang sudah ada produk dalam negeri sebagai substitusinya," ungkap Yulianto, Jumat (28/7).
Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo R.M. Manahutu mengungkapkan, dari 16.000 produk impor di e-katalog yang dibekukan, sekitar 14.000 produk merupakan alat kesehatan. Menurutnya, penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah berdampak pada ekonomi nasional.
Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, aksi afirmasi belanja produk dalam negeri berefek pada penambahan tenaga kerja sebanyak 277.000 orang. Selanjutnya, berdampak pada penambahan pertumbuhan ekonomi hingga 0,12%.
Sebelumnya, Kepala LKPP Hendrar Prihadi mengatakan, untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah, sampai 21 Juli tahun ini, realisasi belanja pemerintah terhadap produk dalam negeri mencapai 88,8% dari total pengadaan.
Tags :
#NasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023