Kejar Tayang Avtur Sawit
JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berupaya mempercepat pengujian bioavtur ke tahap produksi komersial. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana, memastikan tahap awal pengujian modifikasi bahan bakar pesawat dan minyak sawit itu berjalan lancar. Menurut dia, bioavtur yang sejauh ini dipakai dalam percobaan adalah campuran avtur dengan 2,4 persen minyak inti sawit alias bioavtur J2,4. "Tantangan berikutnya adalah pengembangan pilot plant skala komersial dengan harga keekonomian yang terjangkau," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Tak ubahnya pengembangan bahan bakar nabati lain, bioavtur menjadi salah satu implementasi turunan Peraturan Menteri Energi Nomor 12 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Konversi minyak inti sawit atau refined, bleached, and deodorized palm kernel oil (RBDPKO) berawal dari penelitian PT Pertamina (Persero) dan Pusat Rekayasa Katalisis Institut Teknologi Bandung dalam skala laboratorium pada 2012. Minyak inti sawit yang dipakai tim penelitian bioavtur itu sudah melalui penyulingan khusus untuk menghilangkan asam lemak, disusul penjernihan untuk menghilangkan warna dan baunya. (Yetede)
Tags :
#SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023