Babak Baru Persaingan Dompet Digital
JAKARTA - Persaingan industri dompet digital (e-wallet) memasuki babak baru. Kehadiran sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dinilai membuat peta persaingan industri kian kompleks karena fitur pembayaran instan ini juga turut dikembangkan oleh perbankan. “Pada 1-2 tahun lalu, dompet digital hanya bersaing dengan sesama dompet digital. Tapi hari ini pesaing mereka bertambah, yaitu perbankan yang turut mengembangkan pembayaran QRIS,” ujar peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, kepada Tempo, kemarin, 27 Juli 2023. Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia mencatat saat ini QRIS menjadi metode pembayaran terpopuler kedua setelah kartu debit di pedagang, atau menggeser kartu kredit yang berada di posisi ketiga. Bank Indonesia mencatat, sampai Februari 2023, jumlah pengguna QRIS mencapai 30,87 juta dan merchant QRIS sebanyak 24,9 juta. Nominal transaksi QRIS sebesar Rp 12,28 triliun, dengan volume transaksi 121,8 juta transaksi. Dompet digital pun terus berupaya mengembangkan pasarnya. Pada Rabu lalu, unit bisnis teknologi finansial GoTo, GoTo Financial, meluncurkan aplikasi GoPay secara mandiri atau terpisah dari ekosistem Gojek dan Tokopedia. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan akses finansial, terutama kepada mereka yang selama ini belum menggunakan layanan Gojek dan Tokopedia. Strategi GoTo Financial membuat GoPay sebagai aplikasi mandiri diperkirakan menambah sengit persaingan industri dompet digital. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023