BANK SENTRAL AS , Inflasi Masih Tinggi, Suku Bunga Naik Lagi
Bank sentral AS, Federal Reserve, memastikan masih ada peluang suku bunga acuan naik lagi. Inflasi yang masih di atas target Federal Reserve menjadi alasan peluang kenaikan itu terbuka, apalagi kemungkinan resesi mengecil. Bagi ekonomi Indonesia, hal tersebut dinilai tidak akan banyak terpengaruh. Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengumumkan, inflasi berulang kali terbukti lebih tinggi daripada yang diproyeksikan. ”Kita harus siap mengikuti data dan mempertimbangkan sejauh ini, kita bisa sedikit lebih sabar sembari tetap teguh menanti semuanya selesai,” kata Powell, Rabu (26/7). Pernyataan itu disampaikan kala ia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan (SBA) Federal Reserve.
Dari 5,25 %, kini SBA AS menyentuh 5,5 %. Seluruh anggota Dewan Gubernur Federal Reserve atau The Fed menyepakatinya. The Fed mulai menaikkan SBA sejak Maret 2022 untuk menanggapi lonjakan inflasi. Dari 0,25 %, SBA menyentuh 5,25 % pada Mei 2023. Lewat 10 kali penyesuaian, Fed menaikkan SBA total 5,25 % pada Maret 2022-Juli 2023. Pada Juni 2023, Fed menaikkan SBA. Meski demikian, kala itu Dewan Gubernur mengindikasikan kenaikan SBA akan dilakukan setidaknya dua kali lagi pada 2023. Satu dari kenaikan sudah diambil pada akhir Juli 2023. Satu lagi berpeluang dilakukan September. ”Kami menunggu permintaan dan pasokan dalam perekonomian lebih berimbang, khususnya di pasar tenaga kerja. Kami terus bertanya, apakah seluruh data yang diperiksa menunjukkan suku bunga perlu dinaikkan lagi?” kata Powell. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023