PENGHILIRAN PERTAMBANGAN : PEMERINTAH SERIUSI PEMANFAATAN PASIR KUARSA
Pemerintah serius mempelajari kemungkinan pelarangan ekspor pasir kuarsa yang menjadi salah satu bahan baku penting dalam pengembangan panel surya. Pelarangan ekspor komoditas tersebut diharapkan bisa memasifkan pengelolaannya di dalam negeri, karena selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kaca. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengukur dampak dari pelarangan ekspor pasir kuarsa yang dibutuhkan untuk pengembangan panel surya. Hal itu dilakukan dengan mengumpulkan data yang terkait dengan produksi dan penjualan komoditas tersebut. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari berapa banyak jumlah pasir kuarsa dari dalam negeri yang dilepas ke pasar global. Dari situ, nantinya akan dirumuskan kebijakan lanjutan mengenai pengembangan pasir kuarsa di dalam negeri. M Wafid, Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM pun menegaskan bahwa kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan larangan ekspor pasir kuarsa ada di Kementerian ESDM. Akan tetapi, hingga kini dirinya belum menerima perintah untuk melarang ekspor pasir kuarsa. Wacana pelarangan ekspor pasir kuarsa pertama kali digulirkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Bahlil membocorkan rencana pemerintah yang sedang mempertimbangkan untuk menyetop ekspor pasir kuarsa. Alasannya, cadangan pasir kuarsa Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dan komoditas itu sangat diperlukan untuk pengembangan panel surya. Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia Ady Indra Pawennari mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya bukan pemain utama pasir kuarsa secara global, karena komoditas tersebut banyak tersebar di berbagai belahan dunia. Dia pun menyarankan pemerintah untuk mendorong percepatan pertumbuhan industri dalam negeri yang menggunakan pasir kuarsa, termasuk microchip dan panel surya. Dengan begitu, pasar domestik pasir kuarsa kualitas tinggi Indonesia menjadi lebih terbuka yang pada ujungnya bisa mempercepat proses alih teknologi modern. Kementerian Perindustrian pun sempat memaparkan bahwa Indonesia membutuhkan modal besar untuk mengembangkan sumber daya pasir kuarsa menjadi panel surya. Belum memadainya industri pendukung di dalam negeri membuat pengembangannya harus dimulai dari tahap awal.
Tags :
#PertambanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023