Melepas Bandul Pemberat Ekonomi
Sejak terjadinya pemulihan aktivitas pascapandemi Covid-19, situasi ekonomi global terus bergejolak. Hal ini didorong oleh peningkatan permintaan dan kenaikan harga-harga komoditas di kelompok energi serta pangan yang merata secara global. Inflasi, pengetatan likuiditas moneter, dan disrupsi rantai pasokan, menjadi faktor penghambat laju gerak ekonomi selanjutnya di pasar keuangan global sampai sekarang. Situasi itu terbukti menciptakan efek rambatan dan gangguan bagi pemulihan ekonomi, khususnya untuk negara-negara berkembang. Sebab, pengetatan moneter yang tajam akan meningkatkan ketidakpastian dan tekanan terhadap prospek pertumbuhan. Indonesia diakui cukup piawai dalam mengatasi potensi risiko eksternal seperti tekanan inflasi yang tinggi dan pengetatan kebijakan moneter di sejumlah negara maju. Pada periode 2017—2019, laju inflasi Indonesia terkendali dalam kisaran 3,0% karena terkendalinya inflasi inti, administered price, dan volatile food. Kemarin, Asian Development Bank (ADB) merilis laporan yang merevisi proyeksi inflasi Indonesia 2023 dari 4,1% menjadi 3,8%. Demikian pula AMRO yang memangkas outlook inflasi nasional dari 4,6% menjadi 3,9%. Proyeksi terbaru itu memang mendekati outlook inflasi yang diterbitkan pemerintah yakni sebesar 3,3%—3,7% pada tahun ini. Selaras dengan ini, ADB juga merevisi turun angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 menjadi 4,8% dan AMRO sebesar 5% dari proyeksi yang dipatok 5,3%. Proyeksi terbaru kedua lembaga itu juga lebih rendah dari target pertumbuhan yang dipatok pemerintah sebesar 5,3%. Sejalan dengan aktivitas sosial yang makin pulih, pemerintah seharusnya lebih total menggenjot sektor pariwisata, melakukan pembinaan terhadap insan pariwisata, hingga memperbaiki infrastruktur di sentra pariwisata prioritas. Pengembangan pariwisata yang baik akan berdampak luas dari sisi penciptaan lapangan kerja dan mengangkat pendapatan masyarakat rentan, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023