Pinjaman Produkstif Fintech Lending Ambles
JAKARTA,ID-Penyaluran pinjaman dari fintech p2p lending ke sektor produktif pada periode Januari-Februari 2023 menurun 18,04% secara year on year (yoy) menjadi Rp36,10 triliun. Penurunan utamanya dicatatkan di sektor pengangkutan dan pergudangan, aktivitas keuangan dan investasi, serta aktivitas badan internasional. Mengacu Data Otoritas jasa keuangan (OJK) jumlah penyaluran untuk sektor produktif itu tidak sejalan dengan total penyaluran pinjaman oleh fintech p2p lending yang masih tumbuh tipis 4,09% (yoy) menjadi Rp93,62 triliun sepanjang Januari-Mei 2023. Melambatnya kinerja pinjaman ke sektor produktif itu juga tercermin dengan melihat porsinya yang tergerus dari 48,97% menjadi 38,56%. Tiga sektor produktif yang mengalami nilai penurunan terbesar periode Januari-Mei 2023, pertama yaitu pinjaman atas aktivitas badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya yang turun sebesar 80,86% (yoy) menjadi Rp1,59 triliun. Kedua, aktivitas keuangan dan asuransi susut 87,63% (yoy) menjadi Rp243,14 miliar. Ketiga, sektor pengangkutan dan pergudangan ambles 70,27% (yoy) menjadi Rp673,67 miliar. (Yetede)
Tags :
#Financial TechnologyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023