PENGEMBANGAN PANAS BUMI : BERBURU SKEMA PENDANAAN ALTERNATIF
Pelaku usaha panas bumi mulai kasak-kusuk mencari sumber pendanaan alternatif untuk membiayai proyek geotermal di Tanah Air setelah pemerintah memastikan sektor tersebut tidak akan mendapat dukungan dari Just Energy Transition Partnership atau JETP. PT Geo Dipa Energi (Persero) memastikan bakal mencari sumber pendanaan lain dari dalam dan luar negeri untuk mendukung sejumlah proyek panas bumi perusahaan, termasuk pengeboran di Patuha dan Dieng. Direktur Operasi dan HSSE Geo Dipa Energi Rio Supriadinata mengatakan bahwa pihaknya memiliki beragam alternatif pembiayaan untuk menggarap potensi panas bumi di dalam negeri, sehingga perusahaan akan mengikuti kebijakan pemerintah yang tidak memasukkan sektor geotermal ke dalam skema JETP. “Kami ikuti saja kalau memang ada peraturan itu , kami cari yang lain. Sebenarnya akses pendanaan ke Geo Dipa saat ini cukup banyak,” ujarnya kepada sejumlah media yang berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha di Ciwidey, Jawa Barat, Sabtu (15/7). Selain suntikan dana dari lembaga internasional dan PT SMI, dia membeberkan bahwa perusahaan bisa mendapat anggaran tambahan dari pengelolaan atau pemanfaatan mineral hasil ekstraksi di WKP Dieng yang diberi nama beyond electricity programme. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya memang mengidentifikasi adanya potensi sumber daya litium di WKP Dieng. Kepala Badan Geologi Sugeng Mujiyanto mengatakan bahwa kandungan litium tersebut berasal dari air asin yang ikut terangkut saat pengeboran sumur panas bumi di kawasan tinggi WKP Dieng. Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Harris Yahya menyebut bahwa pengembangan sektor geotermal tidak akan terpengaruh, meski tidak mendapat alokasi dari komitmen pendanaan pakta iklim pimpinan Amerika Serikat (AS) dan Jepang itu. “Oh, enggak . JETP untuk mengakselerasi, karena pembiayaan itu bukan hanya dari JETP,” kata Harris di Kementerian ESDM, Kamis (13/7).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023