”Huru-hara” di Hollywood
Hollywood, pusat perfilman di AS dan salah satu sentral industri kreatif terpenting sejagat, sedang didera ”huru-hara”. Sebanyak 160.000 pemain film dan penulis naskah mogok, dipicu kegagalan perundingan asosiasi actor dan aktris serta penulis naskah dengan para produser. Tak main-main, pemogokan diperkirakan berlangsung hingga akhir 2023. Produksi film-film besar, seperti sekuel Gladiator dan Avatar, dapat terdampak serius (BBC, 15 Juli 2023). Aktor, aktris, dan seniman lainnya yang tergabung dalam Screen Actors Guild–American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) itu menginginkan bayaran lebih adil. Selama ini, mereka merasa telah bekerja keras dengan jam kerja panjang, tetapi tidak diganjar upah setara. Isu upah dan pembagian keuntungan ini memang terus menguat di tengah pergeseran bisnis hiburan film ke arah model streaming. Peralihan tersebut cenderung membuat upah pekerja di sektor film tertekan.
Pemogokan oleh SAG-AFTRA terjadi setelah asosiasi penulis naskah, Writers Guild of America (WGA), menggelar aksi mogok pada 2 Mei 2023. Pokok masalahnya sama: 11.500 penulis yang tergabung dalam WGA menuntut bayaran lebih baik. Ada isu lain yang juga memicu pemogokan, yakni penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam penulisan naskah oleh perusahaan film. Mesin berbasis kecerdasan buatan itu sekarang memang mampu menghasilkan naskah yang dapat dipakai dalam film. Dengan kata lain, manusia penulis naskah mulai terdesak oleh mesin AI. Celakanya, mesin-mesin itu bisa mengerjakan tugas pembuatan naskah secara baik karena mendapat pasokan material untuk dipelajari secara gratis dari internet yang merupakan hasil karya para manusia penulis naskah. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023