;

Menjawab Tantangan Industri Properti

Ekonomi Yoga 14 Jul 2023 Kompas
Menjawab Tantangan Industri Properti

Industri properti di Indonesia berperan strategis dalam menumbuhkan perekonomian nasional. Hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) memperlihatkan sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan selama periode 2018-2022 berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp 2.349 triliun-Rp 2.865 triliun per tahun atau setara 14,63-16,3 % total PDB. Kontribusi industri properti terhadap Pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 31,9 %. Selain itu, sektor properti tercatat memiliki keterkaitan dengan 175 sektor industri lain, mulai dari bahan bangunan hingga aksesori rumah. Total penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung di sektor properti mencapai 15 juta-17 juta orang.

Calon ketua umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) 2023-2026, Joko Suranto, menuturkan, meski industri properti memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional, sejumlah kendala masih dihadapi pengembang, antara lain kebijakan yang kontraproduktif dan kurang berpihak kepada pengembang. Hambatan regulasi di antaranya perizinan bangunan gedung (PBG) yang  memakan waktu lebih lama. Di sisi lain, struktur pembiayaan properti masih cenderung tidak ideal. Sebanyak 75 % pengembang mengakses kredit perbankan dengan suku bunga lebih dari 10 % sehingga memunculkan biaya tinggi. ”Industri ini sudah memberikan (kontribusi) banyak, tetapi masih banyak kendala yang harus diselesaikan,” ujar Joko dalam Sosialisasi Calon Ketua Umum DPP REI 2023-2026, di Kuta, Bali, pekan lalu. Dari 6.200 pengembang anggota REI, 80 % pengembang menggarap rumah sederhana bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara anggota REI yang melantai di bursa berjumlah 52 developer dengan kapitalisasi pasar 33 % atau setara Rp 800 triliun. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :