;

KETIMPANGAN WISATA DOMESTIK INDONESIA

Ekonomi Yoga 11 Jul 2023 Kompas
KETIMPANGAN
WISATA DOMESTIK INDONESIA

Sektor pariwisata nasional pada 2022 bangkit setelah dihantam pandemi. Pergerakan orang ke tempat-tempat wisata menggerakkan sektor ekonomi karena kembali tingginya biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dan konsumsi selama berwisata. Sektor pariwisata menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi. Pada 2020, pemberlakuan pembatasan perjalanan telah membuat sektor pariwisata terpuruk. Jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) pada tahun pertama pandemi Covid-19 turun 27,4 % dibandingkan 2019, dari 722,16 juta perjalanan, tertinggi sebelum pandemi, turun menjadi 524,57 juta pada 2020. Tahun berikutnya naik 17 % menjadi 613,3 juta perjalanan. Tahun ketiga pandemi, semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan wisata. Ada kenaikan 20 % perjalanan wisnus tahun 2022 melampaui kondisi sebelum pandemi. Tercatat sebanyak 734,86 juta perjalanan wisnus ke berbagai lokasi wisata di Tanah Air.

Kampanye pemerintah sejak 2021 agar masyarakat berwisata di dalam negeri saja dengan tren tagar #DiIndonesiaAja cukup ampuh. Selain itu, tren orang Indonesia yang berwisata ke luar negeri pun melambat. Pada 2022, mayoritas wisatawan lokal berwisata di Pulau Jawa. Jumlahnya 554,78 juta atau 75,5 % total perjalanan wisnus, meningkat dibandingkan sebelum pandemi, di 62,5 % (2019). Tujuan wisata terkonsentrasi di Pulau Jawa karena : Pertama, penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa (56 %). Infrastruktur yang lebih baik di Pulau Jawa memungkinkan masyarakat bergerak lintas provinsi dengan moda transportasi darat, seperti kendaraan bermotor atau kereta api, dengan mudah dan cepat. Kedua,tingginya biaya transportasi udara yang melayani perjalanan jarak jauh lintas pulau, terutama di saat pandemi, membuat luar Pulau Jawa kurang diminati menjadi tujuan wisata.

Ketiga, jumlah destinasi dan ragam wisata yang tersedia. Keempat, karena daerah tujuan wisata yang cenderung tidak jauh, kegiatan wisata sering kali tidak membutuhkan penginapan. Data BPS menunjukkan jumlah tamu domestik di hotel bintang dan nonbintang saat pandemi hingga tahun 2022 kurang 15 % dari total wisnus yang melakukan perjalanan. Sarana dan prasarana pendukung di destinasi wisata, terutama akomodasi,turut menunjang kenyamanan selama berwisata. Hal ini akan menarik wisatawan lebih banyak. Kondisi-kondisi inilah yang membuat ketimpangan wisata domestik terlihat. Untuk itu kampanye wisata #DiIndonesiaAja yang sudah berjalan harus terus digulirkan dengan promosi yang lebih gencar untuk wisata di luar Jawa. Ketimpangan ini harus diatasi untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi sehingga tidak hanya terkonsentasi di Pulau Jawa. Selain itu juga karena pesona wisata di luar Jawa tidak kalah indah dan menarik. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :