;

Mengejar Hibah dari JETP

11 Jul 2023 Kompas
Mengejar Hibah dari JETP

KTT G20 di Bali, November 2022, menyisakan ”oleh-oleh” berupa komitmen pendanaan internasional guna mendukung transisi energi. Indonesia membutuhkan dana yang amat besar untuk membiayai transisi itu. Sayangnya, porsi hibah relatif kecil dan belum pasti. Komitmen pendanaan yang disepakati itu salah satunya adalah Kerja Sama Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP) senilai 20 miliar USD atau Rp 310 triliun, yang melibatkan Indonesia dan sejumlah negara maju, dimana 10 miliar USD berasal dari dana publik atau anggaran negara-negara maju meliputi AS, Jepang, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Inggris, Denmark, Norwegia, dan Uni Eropa yang tergabung dalam International Partners Group (IPG). Pendanaan bisa berupa hibah, pinjaman lunak, dan penjaminan (guarantee). Adapun 10 miliar USD lainnya berasal dari pendanaan oleh bank-bank internasional yang tergabung dalam Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ). Bentuknya berupa pinjaman komersial.

Spesialis Komunikasi Sekretariat JETP Adhityani Putri, dalam diskusi yang digelar Center of Economic and Law Studies (Celios) di Jakarta, Rabu (5/7) menjelaskan, porsi hibah yang dibutuhkan Indonesia memang besar, jika skema pendanaan biasa saja (business as usual) Indonesia tak perlu JETP. Menurut Dhitri, sapaan Adhityani, ada tiga kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dengan hibah. Yaitu; technical assistant (bantuan teknis), pengurangan risiko pada proyek-proyek yang belum pernah dilakukan di Indonesia, dan penerapan just (prinsip keadilan) dalam program JETP yang tak bisa ditalangi dana proyek. Pada proyek pengakhiran dini operasi PLTU batubara, sektor pekerja yang terkoneksi langsung dengan proyek bisa saja didanai dengan dana proyek. Namun, tidak dengan masyarakat rentan di sekitar lokasi, seperti pemilik warung hingga rumah kos. Mereka pun perlu kompensasi. Selain itu, bakal diperlukan reskilling (persiapan menjalani peran baru) bagi mereka yang terdampak. ”Kita butuh porsi hibah yang lebih besar untuk kebutuhan-kebutuhan yang sangat krusial dan harus terpenuhi,” ujar Dhitri. (Yoga)


Tags :
# #Pembiayaan
Download Aplikasi Labirin :