;

PENGIRIMAN UANG : Pekerja Migran Usul Bebas Biaya

PENGIRIMAN UANG : Pekerja Migran Usul Bebas Biaya

International Migrants Alliance meminta pemerintah, swasta, dan perbankan untuk menghitung ulang atau meniadakan biaya saat melakukan pengiriman uang (remitansi) oleh Pekerja Migran Indonesia mengingat upah yang diterima pekerja migran terbilang kecil. Menurut Ketua International Migrants Alliance Eni Lestari, perbankan tidak akan mengalami kerugian dan dapat mencari keuntungan dari pihak lain di luar pekerja migran. “Ada usulan, dalam berkirim remitansi biaya dikosongkan, zero cost. Apakah tidak bisa? Bisa. Apakah berarti perbankan rugi? Tentu tidak, mereka bisa mencari keuntungan dari pihak lain,” kata Eni dalam konferensi pers ‘Buruh Migran Pertanyakan Manajemen Remitansi’ di Kantor Human Rights Working Group, Senin (10/7). Eni mengatakan, perbankan tidak laik mencari keuntungan dari pekerja migran, mengingat gaji pekerja migran yang sedikit. Riset The Lives of Migrant Remittances yang dipaparkan Dosen School of Public Health University of Alberta Kanada Denise L. Spitzer menyebutkan, gaji bulanan rata-rata di Hongkong menurut data 2020 sebesar 4.410 dolar Hong Kong atau setara US$564. Menurut hasil riset The Lives of Migrant Remittances kepada 966 pengguna remitansi yang teridentifikasi, uang remitansi dari para pekerja migrain paling besar digunakan untuk makanan dan biaya sekolah.

Tags :
#Umum #Rupiah
Download Aplikasi Labirin :