Kinerja Stagnan Bisnis Perhotelan
Hebohnya animo masyarakat terhadap konser Coldplay dan sederet musikus global belum bisa memulihkan bisnis perhotelan di sekitar Jakarta. Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, mengatakan tingkat keterisian rata-rata kamar hotel di ibu kota negara masih sebesar 50-60 persen. Selama dua tahun terakhir, level okupansi itu pun hanya meningkat sedikit pada momentum libur panjang, seperti Lebaran dan tahun baru. “Konser besar yang keramaiannya hanya beberapa hari tidak berpengaruh banyak,” katanya kepada Tempo, kemarin. Hingga pertengahan 2023, Sutrisno menyebutkan ada lebih dari 900 pengelola hotel di DKI yang terdata oleh PHRI. Meski tak mengingat total kapasitas kamar yang tersedia secara persis, dia memastikan jumlah itu sudah mewakili layanan hotel di segala kelas, termasuk hotel nonbintang. Menurut dia, okupansi 50 persen cenderung dipertahankan hotel berklasifikasi bintang 3 hingga 5. Adapun sarana akomodasi yang lebih kecil akan sepi di luar masa padat atau peak season. “Secara umum, hotel di DKI lebih ramai dari tahun lalu, tapi tetap saja masih 80 persen dari kondisi 2019,” ucap Sutrisno. “Kita sulit menyamai pra-pandemi karena daya beli belum pulih.”
Kalaupun didatangi pengunjung dari luar Jakarta, konser Coldplay hanya mengetatkan persaingan harga dan paket layanan hotel di sekitar kompleks Gelora Bung Karno (GBK), lokasi agenda tersebut. Sutrisno mengatakan mayoritas penonton konser musikus asing pun biasanya mencari hotel berbintang, meski yang murah sekalipun. “Berarti hotel melati atau yang lebih sederhana tetap suffer dan tak kebagian pasar.” Sekjen PHRI, Maulana Yusran, menyarankan para pelaku bisnis hotel di Jakarta agar lebih aktif melobi promotor jika mengincar konsumen dari segmen penonton konser. Penjualan tiket, menurut dia, bisa digabung dengan paket akomodasi ataupun angkutan pengumpang dari hotel yang dekat dengan area konser. “Para agen pun bisa lebih kreatif menawarkan paket yang menarik agar masa tinggal konsumen lebih panjang,” kata Maulana. Namun potensi ini hanya datang dari penonton dari luar kota. Tak hanya di Jakarta, para agen juga kesulitan menjual paket akomodasi untuk konser Coldplay di Singapura. Band asal Inggris itu bakal tampil hingga enam malam di Negeri Singa pada 23-27 Januari 2024. Dengan tingginya antusiasme penonton, terutama setelah tiketnya habis terjual pada 20 Juni 2023, Anton menyebutkan para agen wisata asal Indonesia mulai berebut pasar dengan agen dari negara tetangga. "Untuk hotel, kita punya saingan berat di beberapa lokasi, misalnya dari Johor Bahru (Malaysia) yang harga kamarnya lumayan murah." (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023