;

”Bertani dengan Jempol” ala Petani Muda Keren Gobleg

Ekonomi Yoga 05 Jul 2023 Kompas
”Bertani dengan Jempol” ala Petani Muda Keren Gobleg

Tinggal klik dengan jempol, sejumlah petani hortikultura Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dapat menyiram tanaman kapan pun dan di mana pun asal terdapat jaringan internet. Mereka juga dapat memantau kondisi kebun dan tanaman, serta kadar air dan keasaman tanah secara terukur dari genggaman tangan. ”Sambil duduk minum kopi dan menonton sepak bola, sambil hajatan di rumah saudara di luar kota atau tetangga, bahkan sambil jalan-jalan di luar kota, kami dapat menyiram dan memantau kondisi tanaman kami melalui telepon pintar,” kata Gede Suardita (44), Ketua Kelompok Petani Muda Keren (PMK) Gobleg, Sabtu (10/6) di Buleleng. Sudah empat tahun berjalan, Kelompok PMK Gobleg mengembangkan pertanian hortikultura organik berbasis internet untuk segala (IoT). Teknologi yang ditemukan KevinAshton pada 1999 itu mampu mengefisienkan biaya dan tenaga, bahkan meningkatkan produksi sayur dan buah.

Melalui aplikasi IoT yang dikembangkan kelompok tani tersebut, petani dapat mengoperasikan penyiraman secara otomatis. Petani juga dapat memantau kondisi cuaca, kelembaban udara, tingkat keasaman (pH) tanah dan air, serta curah hujan per menit dan per jam. Selain itu, petani juga dapat memonitor kondisi lahan dan tanaman menggunakan televisi sirkuit tertutup (CCTV). Menurut Gede Suardita, untuk menyiram tanaman di lahan seluas 1 hektar di Gobleg, biasanya dibutuhkan waktu dua hari. Namun, dengan teknologi IoT, hanya memakan waktu 15 menit, lantaran di setiap bedeng tanaman dipasang instalasi pipa air dan keran otomatis berbasis sensor jarak jauh. Petani Desa Gobleg, Nyoman Selamat (57), mengaku, penggunaan teknologi itu tidak hanya mengefisienkan waktu menyiram tanaman, tetapi juga menghemat biaya tenaga kerja. Untuk menyiram tanaman di lahan seluas 2.000 meter persegi, dibutuhkan3-4 pekerja dengan upah Rp 80.000 per hari. Dengan teknologi tersebut, Nyoman dapat menghemat biaya tenaga kerja Rp 240.000-Rp 320.000 per hari. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :