Harga Rumah di Singapura Turun Juga
JAKARTA,ID-Harga rumah pribadi di Singapura dilaporkan turun untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir pada kuartal II-2023. Kondisi ini menunjukkan pasar sedang melemah akibat pembatasan terbaru oleh pemerintah yang menyasar sektor properti. Menurut prediksi singkat yang dirilis otoritas Pengembangan Kota (Urban Redevelopment Authority (URA), nilai properti pribadi turun 0,4% dari tiga bulan sebelumnya, yang sempat naik 3,3%. "Ini adalah penurunan kuartalan pertama harga sejak kuartal 1-2020 karena momentum harga mereda di semua segmen pasar," kata URA, yang dikutip CNA pada Senin (03/07/2023). Momentum harga yang akhirnya mereda disebabkan penaikan pasar properti di Singapura berlawanan dengan perlambatan global dari London di Inggris hingga Shanghai di Tiongkok. Untuk menjaga harga apartemen, pemerintah Singapura kemudian melipatgandakan bea materai (additional buyer's stamp duty/ABSD) bagi para pembeli asing pada April 2023 menjadi 60%. Ini adalah yang tertinggi diantara pasar-pasar utama. Pihak berwenang juga menaikkan pungutan untuk para pembeli rumah kedua. "Kami akan terus mengawasi pasar properti, dan menyesuaikan kebijakan kami jika diperlukan," ujar menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmon Lee. (Yetede)
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023