;

Kinerja Manufaktur Dikerek Permintaan Lokal

Ekonomi Hairul Rizal 04 Jul 2023 Kontan
Kinerja Manufaktur Dikerek Permintaan Lokal

Kinerja manufaktur Indonesia kembali menanjak. Di tengah ketidakpastian pasar global, permintaan domestik menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) selama ini. S&P Global mencatat, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juni 2023 berada di level 52,5. Angka ini meningkat 2,2 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 50,3. Economics Associate Director S&P Global PMI Market Inteligence, Jingyi Pan mengatakan, peningkatan indeks manufaktur ini disebabkan adanya kenaikan permintaan baru selama Juni. Hanya saja, permintaan asing terus merosot. "Momentum pertumbuhan di seluruh sektor manufaktur Indonesia kembali mengalami percepatan pada bulan Juni," ujar dia dalam keterangan resminya, Senin (3/7). Secara keseluruhan, optimisme bisnis masih lemah. Hal ini perlu diperhatikan. "Penting untuk memperhatikan permintaan, terutama permintaan eksternal, yang naik untuk menambah kepercayaan diri di antara para produsen," ucap dia. Head of Industry & Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani mengatakan, sektor manufaktur yang berorientasi domestik justru membaik lantaran permintaan lokal yang masih menguat. Misalnya, industri otomotif. Penjualan mobil per bulan mencapai 80.000 hingga 90.000 unit dan telah mencapai level pra pandemi Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, PMI Manufaktur Juni merupakan level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir. "Ini meningkatkan ekspektasi positif pelaku usaha atas kondisi ekonomi Indonesia, sehingga berpeluang menarik investasi baru ke dalam negeri," kata dia, kemarin. Namun Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLPI) Yustinus Gunawan meramal, indeks manufaktur Indonesia pada Juli 2023 akan menurun, meski diharapkan masih berada di level ekspansi.

Download Aplikasi Labirin :