;

TUAH PARIWISATA ERA ENDEMI

Ekonomi Hairul Rizal 24 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)
TUAH PARIWISATA ERA ENDEMI

Sektor pariwisata berpotensi mendapatkan momentum emas pada pertengahan tahun ini. Musim liburan sekolah dan cuti bersama Iduladha diharapkan dapat menopang pertumbuhan kunjungan wisatawan selepas berakhirnya era pagebluk Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan adanya 150 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) selama tiga pekan periode libur sekolah mulai dari 24 Juni hingga 5 Juli 2023. Pergerakan wisatawan diartikan sebagai kegiatan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu minimal 6 jam. Hal itu sejalan dengan target pergerakan wisatawan lokal sebesar 1,2 miliar—1,4 miliar pada 2023. Kemenparekraf juga optimistis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2023 bakal lebih tinggi dari target semula sebanyak 7,4 juta menjadi 8,5 juta kedatangan sepanjang tahun ini. Optimisme itu tidak lepas dari kinerja sektor pariwisata yang terus menunjukkan pemulihan, ditandai dengan peningkatan kunjungan wisman sepanjang Januari—April 2023 melesat 276,31% secara tahunan menjadi 3,17 juta kedatangan. Apalagi, Presiden Joko Widodo pada Rabu (21/6) telah mencabut status pandemi Covid-19 dan menyatakan Indonesia memasuki masa endemi. Artinya, mobilitas masyarakat menjadi makin longgar tanpa ada lagi pembatasan. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi perjalanan pariwisata. 

Namun, sejumlah tantangan masih mengadang sektor pariwisata mulai dari pencabutan bebas visa kunjungan (visa on arrival/VOA) bagi warga asing dari 159 negara, biaya transportasi yang masih tinggi, hingga adanya kebutuhan biaya pendidikan pada mayoritas rumah tangga. Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan untuk menyambut momentum liburan tengah tahun ini, pihaknya membuat program Libur Sekolah #DiIndonesiaAja, sebagai upaya untuk mendorong pergerakan wisatawan Nusantara tahun ini hingga 1,4 miliar perjalanan. Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan liburan sekolah bisa menjadi momentum untuk menggerakkan masyarakat berwisata di dalam negeri, sehingga bisa mendongkrak perekonomian terutama di daerah wisata. Dampak positif musim liburan tengah tahun juga dirasakan langsung sektor perhotelan dan restoran. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau Yeyen Heryawan mengatakan momentum liburan ini menambah tingkat okupansi hotel hingga 85%, dari rata-rata harian sebesar 60%-70%. Berdasarkan data BPS, rerata tingkat penghunian kamar di hotel berbintang pada April 2023 mencapai 41,37% secara nasional, naik 7,14 poin secara tahunan. Bhima Yudhistira, Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memaparkan potensi wisata pada masa endemi bisa naik signifikan. Masyarakat merasa makin banyak alternatif wisata dan hiburan yang bisa dinikmati.

Download Aplikasi Labirin :