;

Perlambatan China Jadi Ancaman Ekonomi RI

Ekonomi Hairul Rizal 24 Jun 2023 Kontan
Perlambatan China Jadi Ancaman Ekonomi RI

Satu lagi tantangan yang bakal dihadapi negeri kita. Pertumbuhan China tak setinggi perkiraan awal, meski ekonomi negeri tembok raksasa telah kembali dibuka pasca pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I 2023 hanya 4,55%. Angka ini memang lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 2,9%. Namun, angka pertumbuhan ekonomi ini, tak setinggi perkiraan semula. Lembaga internasional bahkan memperkirakan ekonomi China bakal tumbuh di rentang 5,2% sampai 5,6% pada 2023 dan melemah ke kisaran 4,5% hingga 4,9% di 2024. "Ternyata, pola pertumbuhan ekonomi di China tidak seperti perkiraan. Awalnya, kami memperkirakan pembukaan kembali mobilitas akan cepat mendorong pertumbuhannya," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Kamis (22/6) lalu. Akibatnya, ekspor China pun melambat. Berhubung ekonomi China juga bergantung pada luar negeri, maka perlambatan ekspor bisa menjadi batu sandungan pertumbuhan ekonomi mereka. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, pelemahan ekonomi China akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia, baik dari sisi perdagangan maupun investasi. "Ekspor pun akan tetap dijaga pertumbuhannya melalui diversifikasi, tidak hanya negara tujuan ekspor, tapi juga komoditas unggulan yang bernilai tambah tinggi," kata Ferry, Jumat (23/6). Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebutkan, perlambatan ekonomi China akan menjadi pengaruh utama yang menyebabkan perekonomian Indonesia dari sisi eksternal terguncang. "Karena, setiap 1% perlambatan ekonomi China menurun akan berpengaruh hingga 0,1% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," sebutnya.

Tags :
#Makro
Download Aplikasi Labirin :