Balik Modal KCJB Tak Secepat Laju Kereta Cepat
Polemik soal megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) masih terus bergulir. Kebanyakan dari pihak yang kontra atas proyek bernilai US$ 7,27 miliar ini adalah mengenai kemampuan balik modal dari KCJB.
Targetnya, KCJB mulai beroperasi pada 18 Agustus 2023. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kelak kereta peluru ini akan beroperasi sebanyak 68 kali per hari, dengan rata-rata penumpang 600 orang tiap satu kali perjalanan.
Menurut Luhut, dalam uji coba, KCJB sukses melaju dengan kecepatan 350 kilometer (km) per jam. Ini telah sesuai dengan ketentuan kecepatan yang pemerintah tetapkan ketika beroperasi. Dengan kecepatan 350 km per jam, perjalanan dari Stasiun Halim ke Stasiun Padalarang sejauh 125 km bisa ditempuh hanya dalam 25 menit.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira menilai, dengan asumsi 68 perjalanan per hari dan rata-rata penumpang 600 orang setiap perjalanan serta harga tiket Rp 350.000 per penumpang, maka prediksi omzetnya Rp 5,2 triliun per tahun.
Menurut Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, potensi balik modal KCJB adalah sekitar 50 tahun. Itu sebabnya, ada perpanjangan konsesi proyek ini, dari 40 tahun menjadi 80 tahun.
Tags :
#NasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023