;

Impor Sampah Plastik dan Kertas Banjiri Indonesia

Ekonomi Leo Putra 06 Nov 2019 Tempo
Impor Sampah Plastik dan Kertas Banjiri Indonesia

Impor sampah kertas dan plastik ke Indonesia masih berlangsung hingga kini. Volume impor sampah terus meningkatdan pengembalian ke negara asal tak berjalan mulus. Manager of Research and Program Development Ecoton, Daru Setyo Rini, mencatat impor sampah plastik scrap mencapai 320 ribu ton pada 2018. Angkanya melonjak 150 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 121 ribu ton. Adapun impor sampah kertas melonjak dari 546 ribu ton pada 2017 menjadi 739 ribu ton tahun lalu.

Daru memperkirakan lonjakan volume impor plastik dan kertas itu juga berlanjut tahun ini. Harga jual kertas campuran di Amerika menurun drastis sejak tiga tahun yang lalu. Pada semester pertama 2017, harganya mencapai US$ 83 per ton. Namun pada periode sama tahun ini harganya hanya US$ per ton. Penurunan harga menguntungkan importir di Indonesia yang memang membutuhkannya sebagai bahan baku produksi. Ditjen BC menangani 2.194 kontainer sampah impor yang tercampur limbah B3 sepanjang tahun ini hingga Oktober 2019. Pencegahan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas, Tanjung Priolk, dan Tangerang. Sebanyak 374 kontainer diantaranya telah diekspor kembali ke negara asal. Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati, mendesak pemerintah agar menginvestigasi bisnis impor limbah, termasuk kementerian dan perusahaan yang terlibat. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan pemerintah terus memantau pergerakan kontainer yang berisi plastik dan kertas tercampur limbah B3 kenegara asalnya.


Tags :
#Impor
Download Aplikasi Labirin :