;

Penghidupan di Sungai Batang Muar

Penghidupan di Sungai Batang Muar

WAKTU menunjukkan pukul 14.05 ketika puluhan pekerja PT Alno Agro Utama-Air Ikan Estate, dengan menumpang truk, tiba ditepi Sungai Batang Muar, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Para pekerja perkebunan sawit itu hendak pulang ke rumah mereka di Desa Talang Arah, Desa Air Merah. Pria 46 tahun itu mengatakan ketika kembali ke pemukimannya, ia harus membayar sendiri  biaya transportasinya sebesar Rp 5.000 per trip. Sebagai pekerja harian lepas, Ahmad mengatakan ia dibayar Rp 110 ribu perhari. "Tugasnya memanen sawit dan membersihkan pelepah," tuturnya. Ahmad bercerita, kesulitan dalam bekerja muncul ketika musin hujan tiba. Menurut dia,  Sungai Batang Muar yang berhulu di Taman nasional Kerinci Seblat (TNKS) setiap tahun meluao. Kondisi terparah, kata dia, ketika aliran sungai bergeser sekitar 50 meter. "Pemukiman lama kami juga ada disebrang sungai yang dekat lahan perkebunan PT Air Ikan Estate," ucapnya. Pemindahan pemukiman ke lokasi yang lebih tinggi, menurut Ahmad, terjadi pada 1918. Kala itu sempat terjadi banjir bandang hingga pemerintah menginisiasi relokasi rumah warga. "Waktu itu pesirah, atau camat yang bernama Abu Hurairah yang membantu kami pindah ke pemukiman baru," kata Ahmad, yang merupakan warga desa Air Merah

Tags :
#Sawit
Download Aplikasi Labirin :