;

PROSPEK SURAT UTANG : PELUANG DI BAWAH PENGARUH FED

Ekonomi Hairul Rizal 16 Jun 2023 Bisnis Indonesia
PROSPEK SURAT UTANG : PELUANG DI BAWAH PENGARUH FED

Langkah Federal Reserve—bank sentral Amerika Serikat menahan suku bunga acuan membawa peluang bagi investor di Tanah Air meskipun masih membawa kekhawatiran terhadap resesi ekonomi di Negeri Paman Sam. Dikutip dari Bloomberg, Kamis (15/6), 56% responden dalam survei Bloomberg memproyeksi pemangkasan suku bunga oleh Fed pada paruh kedua 2024 dan 35% berekspektasi penurunan suku bunga pada kuartal I/2024. Lalu, 10% menilai pemangkasan pada kuartal terakhir tahun ini. Sebagai imbas pandangan itu, 61% responden juga melihat resesi ekonomi akibat langkah agresif Federal Reserve. Terkait dengan kebijakan teranyar Federal Reserve, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mencatat kinerja pasar keuangan yang positif terlihat pada arus modal di pasar surat berharga negara (SBN) sepanjang Juni 2023. Arus modal asing tercatat naik sekitar US$496,8 juta ketika performa indeks dolar Amerika Serikat melemah sekitar 1,3% sepanjang Juni 2023. Di sisi lain, pasar saham memperlihatkan aksi jual bersih US$113,3 juta.Suku bunga The Fed yang tetap di level 5,25% juga berdampak pada yield Surat Utang Negara (SUN). Josua mengatakan real policy rate dari Bank Indonesia saat ini di sekitar 1,75%, angka ini cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan real policy rate dari Fed. Josua memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di rentang Rp14.850—Rp15.000, sementara yield SUN 10 tahun bakal berkisar di 6,2% hingga 6,4% dalam jangka pendek. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengemukakan peluang investasi akan sangat tergantung pada jangka waktu dan profil risiko setiap investor. Di sisi lain, instrumen aman seperti emas merespons langkah The Fed dengan koreksi. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spothingga pukul 11.14 WIB turun 0,44% ke level US$1.934 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2023 terkoreksi 1,18% US$1.945,60 per troy ounce. Analis Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong memperkirakan perkembangan kebijakan The Fed terbaru bakal mengantarkan harga emas ke zona koreksi di kisaran US$1.850—US$1.860 per troy ounce. Meski demikian, peluang kenaikan jangka panjang tetap terbuka karena permintaan bank sentral.

Tags :
#Obligasi
Download Aplikasi Labirin :