;

‘Lintang Pukang’ Jaga Kinerja Dagang

‘Lintang Pukang’ Jaga Kinerja Dagang

Rentetan surplus neraca perdagangan Indonesia belum terputus. Sudah 37 bulan lamanya, realisasi neraca perdagangan kita selalu ciamik. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pada Mei 2023 neraca perdagangan Indonesia surplus US$0,44 miliar. Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2023 mencapai US$21,72 miliar, naik 12,61% secara bulanan. Kenaikan ekspor tersebut ditopang oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 13,18% dari US$18.025,4 juta menjadi US$20.401,3 juta, serta ekspor migas yang naik 4,48%, yaitu dari US$1.258,7 juta menjadi US$1.315,0 juta. Kendati demikian, kenaikan ekspor secara keseluruhan pada periode tersebut ternyata juga berbanding lurus dengan impor yang tercatat US$21,28 miliar pada Mei 2023, naik 38,65% dibandingkan April 2023. Pemicunya yakni kenaikan impor migas sebesar 6,09% dan nonmigas 46,42%. Alhasil, surplus neraca perdagangan Indonesia pun hanya sanggup menembus angka US$0,44 miliar, lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya. Menurut data BPS, pada April 2023 terjadi surplus US$3,94 miliar. Malah angka itu lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat surplus US$2,91 miliar. Realisasi pada April tersebut digadang-gadang menjadi titik balik, lantaran pada beberapa bulan sebelumnya ada kecenderungan nilai surplus neraca dagang terus menyusut. Contohnya adalah pelemahan ekonomi negara mitra dagang Indonesia seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Aktivitas manufaktur di kedua wilayah tersebut sedang lesu. Agaknya salah satu alasannya adalah suku bunga yang sedang dalam tren tinggi, akibat kebijakan moneter yang ketat. Hal itu membuat ekspansi sektor riil tersendat.

Tags :
#Opini
Download Aplikasi Labirin :