;

KELIP WASPADA KINERJA NIAGA

Ekonomi Hairul Rizal 16 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)
KELIP WASPADA KINERJA NIAGA

Perihal kinerja dagang, Indonesia boleh sedikit lega. Walaupun terus diterjang berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, neraca perdagangan nasional pada Mei 2023 masih sanggup mencetak surplus. Kendati demikian, amat keliru jika lekas jemawa dengan pencapaian tersebut. Terlebih, surplus neraca perdagangan kali ini jauh lebih rendah ketimbang April 2023, maupun pada Mei 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan pada Mei 2023 surplus US$440 juta, melanjutkan pencapaian positif pada 36 bulan sebelumnya. Namun, angka itu masih lebih rendah ketimbang pencapaian pada April 2023 yang surplus US$3,94 miliar, naik dari bulan sebelumnya yang tercatat US$2,91 miliar. Demikian pula jika dibandingkan dengan Mei 2022, yang tercatat surplus sebesar US$2,9 miliar. Tak pelak, ramalan sejumlah kalangan bahwa surplus neraca perdagangan pada tahun ini bakal menyusut pun kian menuju nyata. Perlambatan ekonomi di negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia dituding menjadi salah satu biang keladi. Tengok saja data dagang dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, dua destinasi ekspor terbesar bagi Indonesia setelah China. BPS mencatat ekspor ke Paman Sam sepanjang Januari—Mei 2023 anjlok 23,16% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$9,4 miliar, sedangkan ekspor ke Uni Eropa pada periode yang sama juga turun 13,64% YoY menjadi US$7,4 miliar. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri menyatakan pasar tradisional terutama AS dan Uni Eropa memang tengah mengalami pelemahan. Faktor lain yang juga perlu dicermati adalah tren penurunan harga komoditas di perdagangan global. Beruntungnya, gejolak harga komoditas utama seperti batu bara dan CPO yang belakangan terjadi, tak menyeret kinerja dagang Indonesia pada Mei 2023 lantaran ada sektor lain yang moncer yaitu kendaraan dan bagiannya (kode HS 87) yang naik 60,20% menjadi US$373 juta. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani memprediksi impor barang modal, bahan baku/penolong, dan bahan konsumsi terus meningkat seperti ke kondisi prapandemi Covid-19.

Download Aplikasi Labirin :